Buku Assikalaibineng bukalah Herry Potter. Penulisnya pun bukan JK Rowling, namun Muhlias Hadrawi, seorang pria Bugis yang baru saja merampungkan pendidikan magisternya (S2) di Universitas Indonesia (UI).
Namun buku yang mengulas persetubuhan cara Bugis ini mampu “menyihir”. Heboh buku Assikalaibineng, Kitab Persetubuhan Bugis juga berimbas ke Toko Buku Gramedia Panakkukang, Makassar, Kamis (22/1).
“Luar biasa. Kami baru buka toko, dalam 30 menit pertama, sudah laris 10 buku,. Hingga pukul 13.00 wita, sudah 20 buku yang terjual,” kata Store Manager Toko Buku Gramedia Yohannes Beda kepada Tribun.
Gramedia Panakkukang sudah mulai memasarkan buku ini sejak dua hari lalu. Namun permintaan atas buku itu sudah terjadi sejak sepekan lalu.
Minat warga terhadap buku ini sudah terlihat saat pertama kali diulas Tribun, dua pekan lalu. Respon dari pembaca datang bertubi-tubi, baik melalui pesan singkat (SMS) Public Service Tribun, email, maupun menanyakan langsung ke redaksi via telepon.
Umumnya, mereka menanyakan kapan buku tersebut dan di mana dijual. Komentar dan tanggapan juga ikut mengalir terhadap buku yang mengulas persetubuhan suami-istri tersebut.
Tambah Stok
Demi mengantisipasi permintaan pasar, Gramedia sudah meminta tambahan stok hingga 100 eksampelar. Apalagi ada permintaan pelanggan yang memesan 20 buku sekaligus melalui telepon.
Buku hasil disertasi Muhlias Hadrawi ini diterbitkan Penerbit Ininnawa. Buku ini di Gramedia dijual seharga Rp 55 ribu per eksemplar.
Yohannes menegaskan, kemungkinan buku ini akan masuk jajaran buku lokal pertama yang masuk daftar buku terlaris di Gramedia Panakkukang.
“Kalau dalam konteks buku lokal, isi lokal, penulis lokal, dan penerbit lokal, buku Assikalaibineng ini merupakan buku pertama yang terlaris sepanjang toko ini hadir di Makassar,” kata Yohannes.
Permintaan atas buku itu juga terjadi di Toko Buku Gramedia Mal Ratu Indah (MaRI). Namun peminat buku itu terpaksa harus kecewa karena belum tersedia di toko tersebut.
“Dalam satu atau tiga hari ini, buku itu diharapkan sudah tersedia. Memang pemasoknya belum memasukkan buku itu ke pihak kami,” kata Supervisor Penjualan Gramedia MaRI, Charli.
Agar peminat tak kecewa, pihak Gramedia MaRI meminta pemesan agar mencatatkan namanya di daftar pemesan. Hingga siang kemarin, sudah ada 75 permintaan buku ini di Gramedia MaRI.(apr)